KPU Kota Tarakan 
   16 Juli 2014 : Hasil Perolehan Suara Pilpres 2014 Tingkat Kota Tarakan Untuk Pasangan Nomor 1, H. Prabowo Subianto - Ir. H. M. Hatta Rajasa: (36.465) / (38,93%) Suara dan Nomor 2, Ir. H. Joko Widodo - Drs. H. M. Jusuf Kalla: (57.213) / (61,07%) Suara   

Menu

Polling
Bagaimana menurut Anda dengan situs ini?

Buruk
Sedang
Bagus
Sangat bagus



Hasil | Polling

Pemilih 413

Info Pengunjung
Hits : 603422
Tamu : 3 Online
IP : 54.237.98.229
Terima kasih atas kunjungan Anda

 
Opini
Wellcome The New Mister Major
24 November 2008 | dibaca : 3988 kali

Oleh : Hamid Amren Sekretaris KPU Tarakan

Alhamdulillah, terima kasih masyarakat Tarakan. Luar biasa. Demikian beberapa ucapan yang sering terdengar di KPU Tarakan. Dan melalui tulisan ini saya ingin memberikan testemoni sebagai salah seorang pelaksana yang terlibat langsung dan sekaligus berperan mengaranger kegiatan sekretariat KPU Kota Tarakan. Harapan saya disamping memberikan informasi kepada masyarakat, tulisan ini juga dapat dijadikan sebagai catatan (baca buku) putih proses pelaksanaan pilwali Tarakan. Memang diakui tidak semuanya terangkum secara deatail dalam tulisan ini. Tapi paling tidak dapat menggambarkan bagaimana proses pilwali Tarakan dilaksanakan KPU Kota.

Pasca pencoblosan Pemilu Walikota Tarakan dan Gubernur Kaltim putasaran kedua tanggal 23 Oktober 2008 yang lalu, suasana Tarakan tetap aman, teduh dan kondusif. Jauh berbeda dengan kejadian setelah pilkada di daerah lain. Ini menandakan masyarakat Tarakan sudah sangat dewasa dalam menyikapi hasil dari suatu proses politik. Jika kondisi terus dipertahankan, obsesi Tarakan yang menginginkan masyarakatnya seperti masyarakat Singapore bukan sesuatu yang sulit dicapai.

Kesadaran masyarakat betapa penting keamanan dan ketertiban diperlukan kearifan semua pihak. Tentu saja elit telah memperlihatkan sikap yang elegan menyikapi hasil dari pesta demokrasi rakyat. Kesepakatan siap menang dan siap kalah benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan kata lain pilkada Kota Tarakan, dimenangkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bahwa pada tanggal 2 Nopember 2008 KPU Kota Tarakan menggelar rapat pleno terbuka, menetapkan pemenang pilkada, itu adalah puncak dari kerja KPU Tarakan yang melelahkan. Dikatakan melelahkan, karena prosesnya tidak kurang dari 6 bulan. Sejak DPRD Kota Tarakan melalui suratnya Nomor 170/193/DPRD/2008 tanggal 8 April 2008, meminta KPU Kota Tarakan mempersiapkan dan memproses pelaksanaan pilwali Tarakan. Maka sejak itu KPU Kota Tarakan mulai disibukkan menyusun tahapan, program dan jadwal waktu serta regulasi pelaksanaan pilwali.

Sebelum penentuan hari ” H ” KPU Tarakan terlebih dahulu menyerap aspirasi dan pertimbangan dari berbagai pihak seperti DPRD Kota, Pemerintah Kota, KPU Pusat, Depdagri dan juga tokoh masyarakat. Satu hal yang menjadi pertimbangan penting yang disampaikan stake holder adalah, agar tahapan pilwali Tarakan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah puasa ramadhan. Atas dasar masukan tersebut kemudian KPU Tarakan melalui Keptusan Nomor 6.1 Tahun 2008 menetapkan tanggal 23 Oktober 2008 sebagai hari pemungutasn suara pilwali Kota Tarakan.

Pekerjaan rumit lain yang segera menghadang adalah penyusunan tahapan, program dan jadwal waktu. Setelah mengalami dua kali perubahan, KPU Tarakan berhasil menetapkan keputusan Nomor 10 tahun 2008 yang menjadi acuan dalam pelaksanaan semua proses pilwali. Dengan dasar pijakan keputusan tersebut, KPU Tarakan mulai melaksanakan setahap demi setahap proses pelaksanaan Pilwali.

Pemerintah Kota Tarakan melalui Badan Kependudukan, Catatan Sipil dan KB menyerahkan Daftar Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP-4) berjumlah 124.342 pemilih. Data ini merupakan data dasar yang dijadikan KPU dalam melakukan pemutakhiran data pemilih. KPU bergerak cepat, segera membentuk dan melantik PPK dan PPS se Kota Tarakan. Secara marathon PPK dan PPS diberikan bimbingan teknis dan rapat kerja. Kemudian PPK dan PPS berekerja keras melakukan pemutakhiran data pemilih. Bahkan untuk melancarkan tugasnya, PPS mengangkat Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang unsurnya berasal dari Ketua RT atau pengurus RT. Setelah dilakukan berbagaikan proses sesuai ketentuan yang berlaku seperti pemutakhiran, pengumuman daftar pemilih sementara (DPS), perbaikan pemilih tambahan, maka selanjutnya baru ditetapkan daftar pemilih tetap (DPT) yang berjumlah 121.509 pemilih.

Disisi lain KPU juga disibukkan dengan kegiatan sosialasi, Sesuai ketentuan semua tahapan pemilu harus disosialisasikan baik melalui media cetak, media elektronik, pemasangan spanduk, baliho dan juga melalui kegiatan tatap muka. Salah satu sasaran penting sosialisasi adalah pemilih pemula Beruntung Tarakan yang mempunyai media informasi relatif lengkap, memudahkan KPU dalam melakukan sosialisasi..Disamping itu kerja sama yang telah terbangun erat serta dukungan yang kuat dari media patut diberikan apresiasi.

Tahapan pencalonan merupakan suatu babak pilwali yang mempunyai determinasi tinggi. Di tambah lagi pada 28 April 2008 dengan disahkan UU Pemerintahan Daerah yaitu UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua UU Nomor 32 Tahun 2004, salah satu point penting adalah terbukanya kesempatan bagi calon perseorangan untuk maju dalam pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah. KPU Tarakan juga dengan serta merta mengharuskan merubah kembali tahapan, jadwal dan program yang telah disusun secara matang sebelumnya.

Mengacu kepada ketentuan yang diatur dalam pasal 59 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2008, bagi Kabupaten Kota yang mempunyai penduduk sampai dengan 200.000 orang, bakal calon persorangan harus mendapat dukungan minimal 6,5 % dari jumlah pemilih. Berdasarkan data agregat penduduk yang diserahkan oleh Badan Kependudukan, Catatan Sipil dan KB Kota Tarakan kepada KPU, jumlah penduduk Kota Tarakan sebanyak 182.300 jiwa. Apabila WNI Kota Trakan yang mepunyai hak pilih berjumlah 123.821 (DPT Pilgub Putaran I), sebagai asumsi dasar DPS Pilwali, maka jika 6,5% dari jumlah pemilih, setiap bakal pasangan calon perseorangan harus didukung oleh pemilih berjumlah 11.850 orang.

Munculnya calon persorangan merupakan warna baru dari sitem demokrasi yang dianut bangsa ini. Pada mulanya jalur perseorangan cukup diminati oleh para kandidat. Tercatat tidak kurang dari delapan bakal pasangan calon perseorangan yang memberitahukan kepada KPU telah mengumpulkan KTP dan tanda tangan dari pendukungnya. Walaupun kemudian yang menyampaikan berkas hasil verifikasi adminsitrasi dan faktual mulai tingkat PPS dan PPK hanya tiga bakal pasangan calon yaitu H.Andi Lolo, B.Cm dengan H.M. Zainal Arifin, ST,MT pasangan Walidin bin Kasim dengan Muhammad Rahmad Irawan serta pasangan Asrul, S.Pd dengan Adam Ishak Dari rekapitulasi hasil verikasi faktual yang telah dilakukan, kemudian KPU Kota Tarakan hanya menetapkan 1 bakal pasangan calon yang mempunyai persyaratan dukungan yang cukup, yaitu pasangan H. Andi Lolo, B.Cm & H.M. Zainal Arifin, ST,MT yang memperoleh dukungan sebanyak 17.019 pemilih.

Sesuai dengan jadwal waktu, pengummuman dan pengambilan formulir pencalonan dimulai tanggal 19 s/d 25 Juli 2008, kemudian disusul dengan pendaftaran bakal calon mulai tanggal 26 Juli 200 s/d 1 Agustus 2008. Fase ini merupakan tahapan yang paling semarak Kantor KPU Tarakan menjadi sangat ramai dengan massa pendukung bakal pasangan calon. Pada saat pendaftaran bakal pasangan calon terlihat berbagai ekspresi yang ditunjukkan para pendukung. Ada yang diantar dengan diiringi dengan musik hadrah, reog, ada yang berjalan kaki dari posko bakal pasangan calon ke kantor KPU, ada yang menggunakan sepeda ontel. Pokoknya ramai dan meriah. KPU Tarakan merespon dengan sigap. Dalam upaya melayani semua bakal pasangan calon beserta pendukungnya dengan baik, KPU Tarakan memasang tenda dihalaman kantor selama seminggu penuh. Ini tidak lain dimaksudkan agar kelengkapan adminstrasi yang diserahkan bakal pasangan calon bisa dilihat secara transparan oleh semua para pendukung.

Proses pemeriksaan administrasi meliputi kegiatan seperti penelitian kelengkapan persyaratan, penyampaian hasil penelitian, perbaikan kelengkapan syarat pasangan calon, penelitian ulang hasil perbaikan dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bakal pasangan calon. Satu hal penting lainnya dalam pemenuhan berkas pasangan calon adalah berkaitan dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Tidak kurang 2 kali ketua dan anggota KPU Tarakan harus ke KPK di Jakarta untuk mendapatkan dokumen LHKNP masing-masing pasangan calon. Setelah semua berkas administarsi lengkap, barulah kemudian KPU Tarakan menetapkan pasangan calon. Dengan Keputusan KPU Kota Tarakan Nomor 25 Tahun 2008 ditetapkanlah pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tarakan, masing-masing yaitu pasangan calon H. Anang Dachlan Djauhari, SE dan H. Jumain, S.Pi yang diusul oleh Partai Bintang Reformasi, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang dan Partai Buruh Sosial Demokrat. Pasangan H. Udin Hianggio dan Suhardjo yang diusulkan oleh Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kedua bakal pasangan calon ini kemudian mendapat dukungan dari beberapa partai politik lainnya.

Selanjutnya Drs. Ibrahim, M.Ap berpasangan dengan Agus Wahono, S.Hut, MP diusulkan oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrasi Kebangsaan dan Partai Damai Sejahtera. H. Andi Lolo, B.Cm berpasangan dengan H.M.Zainal Arifin ST, MT melaju melaui jalur perseorangan dan terakhir Samson Djakaria berpasangan dengan Drs. H. Rahmad Majid Gani yang diusulkan oleh partai yang menggunakan akumulasi sisa suara 15 % hasil pemilu 2004 yaitu Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Merdeka, Partai Pelopor, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Penegak Demokrasi Indonesia dan Partai Indonesia Marhaenisme.

Pekerjaan lain yang memerlukan perhatian serius adalah penyediaan logistik pemilu, seperti surat suara, kartu pemilih, pengadaan formulir dan juknis serta alat kelengkapan di TPS. Semuanya harus melalui proses tender sesuai ketentuan yang berlaku. Panitia lelang dari Pemerintah Kota Tarakan dengan sigap melakukan semua proses administrasi pengadaan logistik. Pada kesempatan ini KPU Tarakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota dah khususnya kepada Panitia Lelang atas partisipasinya, semua pengadan logistik berjalan lancar.

Kembali kepada pasangan calon yang telah ditetapkan. rapat pleno terbuka KPU Kota Tarakan pada tanggal 23 Agustus 2008 bertempat di Kayan Ballroom Hotel Tarakan Plaza, dilakukan pengundian nomor urut pasangan calon. Pengundian yang dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku, kemudian menghasilkan nomor urut masing-masing pasangan calon yaitu nomor urut 1 jatuh kepada pasangan calon H. Andi Lolo, B.Cm dan H.M. Zainal Arifin, ST,MT yang kemudian mentasbihkan dirinya sebagai pasangan Adil & Arif. Nomor urut 2 didapat oleh pasangan calon Samson Djakaria dan Drs. H. Rahmad Majid Gani yang menyebut dirinya sebagai pasangan Sajarah. Kemudian nomor urut 3 diperoleh pasangan Dihati yaitu pasangan Udin Hianggio dan Suhardjo, nomor urut 4 menjadi nomor kebanggan Drs. Ibrahim, M.Ap dan Agus Wahono, S.Hut, MP yang lebih dikenal dengan sebutan pasangan Bagus. Tearkhir nomor urut 5 menjadi kepunyanyaan pasangan Adjum yang tidak lain adalah pasangan H. Anang Dachlan Djauhari, SE dan H. Jumain, S.Pi.

Selesai pengundian nomor urut pasangan calon, kita memasuki bulan suci ramadhan. Hiruk pikuk pilwali berubah dengan kekhusyukan umat Islam menjalankan ibadah ramadhan. Suasana menjadi adem. Tidak begitu terdengar ada hal-hal yang menjadi kendala dalam proses pelaksanaan pilwali. Namun di kantor KPU tidaklah berkurang sedikitpun kegiatannya. Tidak jarang kalau rapat tidak selesai siang hari, maka dilanjutkan sehabis sholat tarawih. Pengadaan logistik menjadi hal yang paling konsen dilakukan selama bulan ramadhan. Karena pengadaan logistik oleh rekanan dicetak diluar daerah, maka anggota KPU, Sekretariat dan pihak keamanan harus ditugaskan ke Surabaya dan Makasar untuk mengawal, sehingga semua proses pengadaan logistik berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu salah satu agenda penting yang dilaksanakan menjelang kampanye terlebih dahulu dibuat Kesepakatan Kampanye Damai, Siap Menang dan Siap Kalah. Acara yang dilangsungkan pada tanggal 22 September 2008 bertempat di Gedung Serbagunan Pemerintah Kota Tarakan juga dirangkai dengan penandatangan MOU Gakumdu dan Patroli Terpadu, serta diakhiri dengan acara buka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah.

Lima hari sehabis lebaran atau tepatnya tanggal 6 Oktober 2008 kampanye terbuka mulai ditabuh. Diawali dengan penyampaian visi missi pasangan calon di hadapan sidang paripurna DPRD Kota Tarakan. Keesokan harinya pasangan nomor urut 1 mengebrak. Lapangan Idec Kampung VI penuh sesak dengan massa pendukung. Berikutnya disusul nomor urut 2 dan 3 yang melaksanakan kampanye terbuka. Setelah jeda sehari tanggal 10 dan 17 Oktober 2008, sesuai kesepakatan Tim Kampanye pasangan calon yang tidak melaksanakan kampanye terbuka. Pasangan calon nomor urut 4 dan 5 melaksanakan kampanye pada tanggal 11 dan 12 Oktober 2008.

Memasuki kampanye putaran kedua, masing-masing pasangan calon betul-betul unjuk kekuatan. Baik yang mengambil tempat di Lapangan Idec Kampung VI maupun yang melaksanakan di lokasi Juata, benar-benar dibanjiri lautan manusia. Teman-teman KPU yang akan memantau jalannya kampanye terjebak lebih dari setengah jam tidak bisa keluar dari kantor KPU. Benar-benar meriah dan luar biasa pesta demokrasi masyarakat Tarakan. Ditengah semaraknya kampanye, akuntan publik dari kantor akuntan Blasius Mangende, SE.Ak yang dipercaya mengaudit dana kampanye dengan sigap meminta laporan sumber peneriman dan penggunaan dana kampanye. Tidak jarang Bendahara Tim Kampanye pasangan calon dipanggil dan diminta penjelasannya. Tugas kantor akuntan publik, tentu tidak itu saja, tapi ikut mendapampingi setiap pengeluaran keuangan yang dilakukan KPU Tarakan agar tidak meyimpang dari ketentuan yang ada.

Pelaksanaan kampanye diakhiri dengan acara Debat Kandidat. Salah satu kegiatan kampanye yang paling seru dan ditunggu banyak orang. Dalam kegiatan ini KPU Tarakan menghadirkan 3 panelis yaitu Drs. H. Baharuddn Baraq, M.Ed mantan Sekretaris Daerah Kota Tarakan yang mengajukan pertanyaan kepada kandidat tentang manjemen pemerintahan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, kemudin DR. H.M. Yunus Abbas, M.Si pakar pendidikan dan akademisi dari Universitas Borneo mengeskplore kandidat dibidang kebijakan publik khususnya kebijakan dibidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Panelis lainnya seorang ekonom Tarakan yaitu Margiyono, SE, M.Si yang mendalami visi missi kandidat dalam aspek ekonomi. Debat kandidat yang belangsung selama 2 jam, dipandu secara apik oleh moderator Syafruddin, SH. M.Hum yang juga anggota KPU Kota Tarakan.

Pelaksanaan kegiatan kampanye secara keseluruhan berjalan tertib, aman dan lancar. Hal ini selain menandakan kesadaran masyarakat yang cukup baik, juga didukung aparat keamanan, satlantas, satpol PP, petugas dari Dishub yang telah menunjukkan kerja samanya yang membanggakan. Disamping itu perhatian Polres Tarakan cukup besar terhadap kesuksesan pilwali. Dengan menempatkan personilnya untuk melakukan pengamanan terbuka yaitu Pak Lukman dan Pak Slamet, serta 2 personil yang melakukan pengamanan tertutup di kantor KPU Tarakan. Keberadaan petugas tersebut sehari-hari telah menyatu, dan seperti bagian yang tidak terpisahkan dengan KPU Tarakan. Kami merasa sangat didukung dan juga memberikan ketenangan dalam melaksanakan seluruh proses tahapan Pilwali.

Hari terus berganti, tidak terasa hari ”H” sudah semakin dekat. Memasuki masa tenang semua baliho, spanduk pasangan calon mulai diturunkan dan dibersihkan. Panwas Pilwali dengan seluruh jajarannya bekerja keras untuk menjaga masa tenang, benar-benar tidak terjadi sesuatu yang dapat dianggap pelanggaran pemilu. Tentu saja sebagai sebuah pesta besar yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mungkin ada hal-hal kecil yang terjadi, ada yang tidak puas, selayaknyalah hal itu dapat dipahami.

Masa tenang bagi masyarakat, tentu saja hari-hari tersibuk bagi KPU. Distribusi dan pergeseran logistik Pemilu harus sampai ke TPS dan tidak boleh ada yang kurang sedikitpun. Ada 256 TPS yang harus didistribusikan logistik se Kota Tarakan termasuk TPS yang sulit di jangkau seperti Tanjung Pasir, Binalatung dan Pulau Sadau. Teman-teman bekerja hampir menjelang subuh. Subhanallah seijin-Nya lah teman-teman tetap sehat, fit dan segar-bugar.Tepat pukul 07.00 tanggal 23 Oktober 2008 diseluruh TPS mulai dilakukan pengumutan suara. Suasana Kota Tarakan yang diguyur hujan sejak malam hari tidak mengurangi animo masyarakat untuk datang ke TPS.

Saya yang mencoblos di TPS 3 Kampung Satu Skip yang kebetulan satu TPS dengan Bapak Walikota Tarakan, melihat masyarakat dengan tertib menggunakan hak pilihnya. Selesai mencoblos saya sempat memonitor beberapa TPS yang sedang melaksanakan pengumutan suara. Setelah kembali ke kantor sebagai tempat pusat koordinasi, menjelang siang saya bersama H.M. Yusuf Middu anggota KPU Tarakan masih memantau bebarapa TPS di Tarakan Timur. Pukul 13.00 siang pelaksanaan pemungutan suara ditutup. Setelah break untuk istirahat, sholat dan makan siang, proses penghitungan suara mulai digelar. Terlihat pendukung pasangan calon di TPS-TPS cukup bersemangat, bertepuk tangan ketika nama pasangan calonnya disebut oleh petugas KPPS.

Menjelang akhir perhitungan suasana mulai berubah. Dengan bantuan alat komunikasi, tim dan saksi pasangan calon mulai memberitahukan ke poskonya masing-masing. Malam hari masing-masing tim pasangan calon dengan formulir C.1 yang satu lembar memang diperuntukkan bagi saksi pasangan calon sudah terkumpul di posko masing-masing dan sudah dapat menghitung perolehan suara. Sementara KPU tetap bergeming. KPU mempersilakan proses penghitungan berjalan apa adanya sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah selesai penghitungan di TPS melalu PPS masing-masing hasilnya diteruskan ke PPK untuk direkap dan ditetapkan sebagai perolehan suara masing-masing PPK.

Puncaknya adalah ketika pada tanggal 2 Nopember 2008 yang lalu KPU Kota Tarakan menggelar rapat pleno terbuka, kembali mengambil tempat di Kayan Ballroom Hotel Tarakan Plaza, dengan agenda Rekapitulasi Penghitungan Suara. Dari rekapitulasi tersebut masing pasangan calon memperoleh suara, H. Andi Lolo, B.Cm dan H.M. Zainal Arifin, ST,MT sebanyak 8.963 suara (11,63 %). Samson Djakaria dan Drs. H. Rahmad Majid Gani sebanyak 3.392 suara (4,40 %), pasangan calon H. Udin Hianggio dan Suhardjo mendapat 28.416 suara (36,88 %), pasangan calon Drs. Ibrahim, M.Ap dan Agus Wahono, S.Hut, MP dipilih oleh 16.335 pemilih ( 21,20 %) dan terakhir pasangan calon H. Anang Dachlan Djauhari, SE dan H. Jumain, S.Pi mendapatkan 19.934 suara (25,87 %) serta suara tidak sah sebanyak 2.492 suara.

Sesuai ketentuan pasal 107 ayat (2) UU Nomor 12 Tahun 2008 yang menyebutkan, pasangan calon kepalada daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah suara sah, pasangan calon yang perolehan suaranya terbesar dinyatakan sebagai pasangan calon terpilih. Oleh karena pasangan H. Udin Hianggio dan Suhardjo memperoleh 36,88 %, maka KPU Kota Tarakan menetapkan H.Udin Hianggio dan Suhardjo sebagai Walikota Tarakan terpilih masa jabatan 2009-2014. Saya pribadi dan atas nama staf sekretariat KPU Kota Tarakan mengucapkan selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota terpilih, sekaligus Well Come The New Mr. Major, and The New Singapore waiting all us. Selamat bekerja untuk Tarakan yang lebih baik dan NKRI tercinta.


kembali
 
Agenda
22 Juli 2014
Rekapitulasi Tingkat Nasional
18 Juli 2014
Rapat Pleno Rekapitulasi Tingkat Provinsi Kalimantan Timur
16 Juli 2014
REKAPITULASI TINGKAT KOTA TARAKAN

Pengumuman
16 Juli 2014
HASIL REKAPITULASI PILPRES 2014
16 Januari 2013
NOMOR URUT PARPOL PESERTA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

Pencarian


Link Situs


 
KPU KOTA TARAKAN 2008
Waktu Akses: 0.050 detik